Dasar-dasar pemilihan warna Website

untitled-289x300Lha……., bagi anda yang mulai tertarik membuat sebuah website disini saya kasih dasar-dasar pemilihan warnanya. Kenapa bagian ini tidak saya masukan ke halaman Tips n’ trik??? itu pertanyaan yang bagus sekali, Gini…maksud saya artikel ini saya taruh bukan dihalaman Tips n’ trik soalnya saya ingin artikel ini tampil dihalaman terdepan biar anda langsung tahu dasar-dasar pemilihan warna. Soalnya pemilihan warna yang tepat sangat mempengaruhi respon pengunjung terhadap situs kita. Maka dari itu pilihlah warna sesuai dengan tema dalam situs tersebut. Sebagai contoh, jika situs berisi informasi tentang wisata pilihlah warna yang modern. Misalnya warna merah, biru, orange, dan lain sebagainya. Intinya pilihlah warna yang “eye cacthing” bagi pengguna agar menimbulkan rasa ingin tahu tentang informasi penting dalam situs tersebut. Memang, pemilihan warna sebuah situs bergantung pada warna yang disukai oleh “si pembuat” itu sendiri dan selera pemilih situs. Para pengembang web harus mengikuti kemauan para pemesan, yang notabene pemilik situs. Pengembang web perlu meminta referensi kepada calon pemesan tentang warna yang disukai agar ketika sampai proses pengembangan tidak terjadi perubahan warna yang sangat drastis. Pengembang juga tidak boleh memaksakan diri untuk memilih warna sesuai seleranya. Warna sebuah situs memiliki makna tersendiri, dan hanya pemilik situs saja yang tahu tentang makna tersebut. Berikut ini terdapat ulasan mengenai makna warna yang dapat diterapkan ketika membangun sebuah situs yang profesional. Warna-warna tersebut memiliki makna yang positif dan negatif karena warna tersebut sangat mempengaruhi emosional pengunjung untuk menentukan langkah selanjutnya. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu: warna sejuk, warna hangat, dan warna netral.

WARNA-WARNA SEJUK : Biru, Hijau, Ungu, Pirus dan Perak.

Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya. Meskipun digunakan sendiri, warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal, Berikut ini makna dari warna dalam kategori sejuk:

Biru

Positif: keheningan, mencintai, kesetiaan, rasa aman, percaya, intelligence, berhubungan dengan ilmu pengetahuan (sciences)

Negatif: kedinginan, ketakutan, kejantanan

Hijau

Positif: berhubungan dengan uang, pertumbuhan, kesuburan, kesegaran, (penyembuhan/pengobatan), healing, keteduhan

Negatif: iri hati, kecemburuan, kesalahan, kekacauan

Ungu

Ungu adalah kombinasi biru dan merah, oleh sebab itu ditemukan baik kategori-kategori hangat maupun sejuk

Positif: raja, kaum ningrat, spirituality, kemewahan, ambition

Negatif: misteri, kemasgulan

Pirus

Positif: rohani, sembuh, perlindungan, canggih (sophisticated)

Negatif: cemburu, kewanitaan

Perak

Positif: glamor, tinggi, anggun, halus dan rapi (sleek)

Negatif: pengkhayal, tidak tulus

WARNA-WARNA HANGAT : Merah, merah muda, kuning, orange, ungu, dan emas. Warna hangat cenderung mempunyai suatu efek kegairahan bagi yang melihatnya. Oleh karena itu ketika warna ini digunakan sendiri dapat menstimulasi, membangitkan emosi kekerasan/kehebatan dan kemarahan. Berikut ini makna dari warna dalam kategori sejuk:

Merah

Positif: cinta, energi, kuasa, kekuatan, penderitaan, panas

Negatif: kemarahan, bahaya, peringatan, ketidaksabaran

Merah muda

Positif: sehat, bahagia, feminin, rasa kasihan, manis, suka melucu

Negatif: kelemahan, kewanitaan, ketidak dewasaan

Kuning

Positif: terang/cerdas, energi, matahari, kreativitas, akal, bahagia

Negatif: penakut, tidak bertanggungjawab, tidak stabil

Orange

Positif: keberanian, kepercayaan, kehangatan/keramahan, keakraban, sukses

Negatif: ketidak-tahuan, melempem, keunggulan

Ungu

Warna ungu ditemukan di dalam kedua-duanya warna dingin dan hangat

Positif: royalti, kebangsawanan, kerohanian, kemewahan, ambisi

Negatif: kegaiban, kemurungan

Emas

positif: kekayaan, kemakmuran, berharga, tradisional

negatif: ketamakan, pemimpi

WARNA-WARNA NETRAL : Coklat, berwarna coklat, gading, kelabu, putih dan hitam. Warna netral adalah suatu pemilihan agung untuk bergaul dengan suatu palet (lukis) hangat atau dingin. warna-warna netral sangat baik untuk latar belakang dalam suatu situs. Tambahkan warna hitam untuk menciptakan suatu yang lebih gelap ” dan keteduhan” tentang suatu warna utama. Berikut beberapa makna dari beberapa warna netral:

Hitam

Positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun, formalitas

Negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/ malapetaka, kegaiban

Abu-abu

Positif: keamanan, keandalan, kecerdasan/inteligen, padat, konservatif

Negatif: muram, sedih, konservatif

Coklat

Positif: ramah, bumi, keluar rumah, umur panjang, konservatif

Negatif: dogmatis, konservatif

Tan ( wol halus yang masih putih)

Positif: ketergantungan, fleksibel, keriting, konservatif

Negatif: tumpul, membosankan, konservatif

Gading

Positif: ketenangan, kenyamanan, kebersihan/kesucian, hangat

Negatif: lemah, tidak stabil

Putih

Positif: kebaikan, keadaan tak bersalah, kesucian, segar, gampang, bersih,

Negatif: musim dingin, dingin, jauh

Selagi tidak ada kemutlakan “pembenaran” untuk mewarnai sebuah website, Anda perlu mengetahui sasaran audience, dan mempertimbangkan respon mereka tentang warna yang digunakan. Faktor mendasar yang perlu dipertimbangkan untuk target pengguna/pengunjung adalah perbedaan umur/zaman, perbedaan tingkatan/kelas, perbedaan jenis kelamin dan keseluruhan kecenderungan warna. Perbedaan umur/zaman merupakan faktor pokok yang tidak boleh diabaikan. Jika yang menjadi target adalah anak remaja (ABG) dan anak-anak, maka mereka menyukai warna terang, warna dasar, warna primer merah, biru, kuning dan hijau.

Berbeda dengan orang dewasa, yang umurnya lebih tua, mereka akan menyukai warna yang lebih gelap, sama dengan warna dari kelompok warna-warna netral. Perbedaan kelas adalah faktor pokok lain yang memiliki pengaruh dalam memilih warna. Sebuah riset di Amerika Serikat telah menunjukkan bahwa kelas pekerja menyukai warna seperti biru, merah, hijau, dan lain lain. Sedangkan mereka yang lebih terdidik cenderung menyukai yang lebih mengaburkan warna seperti taupe, warna biru langit, celadon, ikan salem, dll. Perbedaan jenis kelamin merupakan salah satu faktor nyata dalam memilih warna. Pria cenderung menyukai warna dingin (cool) seperti hijau dan biru, sedangkan wanita menyukai warna lebih hangat, yaitu merah dan orange. Jika kita memiliki audience (pendengar/pemerhati) keduanya (laki-laki dan perempuan), yang sebaiknya mempertimbangkan pencampuran beberapa warna dari warna cool dan hangat. Dengan mengetahui target audience dan efek yang berbeda dari warna yang ditimbulkan, kita memperoleh suatu kemampuan lebih besar untuk menentukan warna apa yang terbaik untuk menarik pengunjung baik pria maupun wanita. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, pengunjung web biasanya menggunakan monitor berbeda, browsers berbeda, dan sistem operasi berbeda. Itu hampir mustahil untuk memastikan bahwa warna yang kita buat akan sama pada tiap-tiap komputer seperti halnya dicetak. Jangan hanya terkait dengan perbedaan pada komputer yang berlainan, tetapi bagaimana kita mencoba menjadikan penggunaan warna menjadi konsisten.

Bagaimana kita menciptakan suatu palet warna untuk perusahaan, identitas merek, atau warna produk, konsistensi adalah kunci. Gunakanlah warna yang sama pada seluruh usaha pemasaran untuk menciptakan keakraban dengan produk atau perusahaan. Konsistensi akan membantu menarik pengunjung. Warna yang ditampilkan di website harus sama dengan warna dalam bentuk pulikasi (booklet, flyer, pamflet, dan lain-lain yang sejenis).

Nah……., sekarang anda sudah tahukan gimana milih warna yang tepat buat website anda.:-)

2 Tanggapan

  1. nice info

  2. sedang mencari ilham buat posting tentang warna, survai kecil-kecilan dulu di internet, eh ketemu ini… salam😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: